Mukhtamar SES-C 2008: Reportase dan Rekomendasi

Desember 24, 2008 at 10:09 am Tinggalkan komentar

Minggu (21/12) menjadi hari yang bersejarah bagi segenap pengurus Sharia Economic Student Club (SES-C), sebuah organisasi Badan Semi Otonom (BSO) yang berada di lingkungan Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) IPB. Pada hari itu dilaksanakan mukhtamar, sebuah musyawarah bersama untuk mendengarkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) ketua SES-C 2008 sekaligus menentukan ketua baru untuk masa kepengurusan selanjutnya.

Musyawarah berjalan khidmat dan penuh kekeluargaan. Seluruh peserta yang merupakan pengurus menerima tanpa syarat atas LPJ yang disampaikan sang ketua, Fehmi Kurnia. Semua pihak menyambut dengan tepuk tangan, bangga akan pencapaian program-program kerja yang mayoritas sudah terlaksana, hanya ada beberapa proram yang memang belum selesai tepat waktu, seperti penyusunan jurnal ekonomi syariah yang dilaksanakan oleh divisi riset, pembuatan jaket oleh divisi usaha mandiri (usman), dan satu program tambahan yang diamanahkan kepada divisi eksternal yaitu rihlah/jalan-jalan sebagai program perpisahan kepengurusan masa ini.

Estafet perjuangan BSO ini akan terus berlangsung hingga waktu yang tidak dtentukan. Beberapa kader terbaik pun selalu muncul dan akan menggantikan kader-kader yang ada saat ini. Sebelumnya telah dilaksanakan fit and proper test bagi siapapun (baca: pengurus) yang memiliki visi ke depan untuk memajukan SES-C menjadi lebih baik lagi. Dari hasil fit and proper test muncullah tiga nama yang akan menjadi ketua SES-C berikutnya, mereka adalah Brian, Joko, dan Ade. Namun sayang, Brian berhalangan untuk hadir. Kemudian dipilih dua orang penggantinya berdasarkan hasil penilaian pada fit and proper test, forum memutuskan Avis dan Hafidz untuk menemani kedua calon yang telah ada sebelumnya.

Keempat kandidat memaparkan visi dan misi yang diusungnya dihadapan forum. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk mengeksplor lebih dalam kapabilitas kandidat. Selanjutnya keempat kandidat dibawa keluar oleh salah seorang panitia supaya forum bisa berdiskusi lebih untuk memutuskan siapa yang paling pantas untuk memegang tongkat estafet berikutnya. Diskusi berjalan hangat dan cukup alot hingga akhirnya memunculkan dua nama, Joko dan Ade Gustika. Keduanya dianggap paling siap dan kompeten.

Joko, seorang pembelajar yang memiliki militansi tinggi, totalitas beliau untuk SES-C patut mendapatkan apresiasi yang lebih. Di satu sisi, Ade memiliki jiwa kepemimpinan yang juga patut diperhitungkan, walaupun waktu, tenaga dan pikiran beliau lebih banyak disalurkan ke wadah lain. Ade adalah seorang konseptis yang baik, sedangkan Joko dinilai lebih ke teknis. Keduanya memang memiliki potensi yang berbeda yang dapat diunggulkan dan cenderung saling melengkapi. Atas dasar skala prioritas yang sebaiknya dimiliki pemimpin, terpilihlah Ade Gustika sebagai ketua baru masa kepemimpinan 2009.

Menurut hemat penulis keduanya bisa disandingkan sebagai ketua dan wakil ketua. Wakil ketua dari angkatan senior memang diperlukan agar terjalin koordinasi yang lebih efektif kepada ketua-ketua divisi yang biasanya dipimpin oleh senior pula sehingga fungsi wakil bisa berjalan semestinya. Joko, yang saat ini aktif di organisasi extra-campus FoSSEI bisa menjadi nilai plus dalam pengembangan pembagian wewenang antara ketua yang bisa lebih fokus ke internal kampus dan wakil yang lebih ke eksternal. Sedangkan untuk divisi eksternal sendiri hendaknya lebih difokuskan kepada penyiapan kader-kader baru (bukan kader lama) yang siap terjun ke dunia eksternal kampus—disamping pelaksanaan program-program lainnya—sehingga orang yang berkiprah di eksternal tidak melulu itu-itu saja. Dengan ini peran SES-C di tingkatan regional maupun nasional bisa terus continue bahkan bisa muncul pemimpin-pemimpin baru dari SES-C yang berkiprah di tingkatan nasional. Tentu ini adalah sebuah masukan yang patut dipertimbangkan ketua baru dan ketua mungkin memiliki strategi-strategi dan pertimbangan-pertimbangan lain yang juga patut diperhitungkan.

Terpilihnya Ade Gustika diharapkan dapat membawa SES-C kea rah yang lebih baik. Peran SES-C yang belum optimal dalam syiar ekonomi syariah di kampus IPB menjadi tantangan yang harus ia hadapi bersama calon pengurus baru lainnya. Begitu pula perjuangan meng-goal-kan autodebet syariah sebagai KTM yang seyogyanya dimiliki setiap muslim di kampus ini. Dan masih banyak lagi tantangan yang harus dihadapi ke depan termasuk bagaimana mengupayakan kader-kader yang berprestasi di bidang ekonomi syariah pada tataran nasional. Semoga dengan terpilihnya beliau apa yang menjadi cita-cita bersama dapat tercapai dengan baik bahkan lebih baik dari sebelumnya sebagai sumbangsih SES-C kepada kampus tercinta, bangsa dan negara yang kita banggakan. Selamat berjuang!!

*pengurus SES-C 2007 & 2008/mantan koordinator FoSSEI komisariat Bogor/staf Presidium Nasional FoSSEI bidang CoCODA

Entry filed under: Tulisan. Tags: .

SISTEM EKONOMI ISLAM: SATU-SATUNYA SOLUSI KRISIS FINANSIAL GLOBAL MEMINTA FATWA HARAM GOLPUT = MENODONG MUI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogor

Kategori


%d blogger menyukai ini: